Masuknya Internet dalam aspek kehidupan umat Islam mulai menggeser pemikiran-pemikiran lama. Menjadi santri kini tidak harus diidentikkan dengan sarung dan mengaji di langgar saja. Sekadar contoh sekarang di Makassar ada Mediu (Medinah Internasional University). AL Madinah Internasional (MEDIU) itu sendiri adalah:
pusat belajar (learning center) yang merupakan cabang dari Al-Madinah International University (MEDIU), Malaysia. Universitas yang dicetuskan oleh para ulama di kota Madinah Al-Munawwarah ini merupakan universitas islam virtual pertama di dunia yang menyampaikan materi-materi kuliah para ulama dan pengajar terkemuka dari dan ke berbagai negara di dunia.
Universitas ini berkedudukan di Malaysia dan telah mendapatkan izin dari kementrian pendidikan tinggi (Ministry of Higher Education) Malaysia pada tanggal 26 Desember 2006 dan telah terdaftar pada tanggal 20 Juni 2007 (KPT/JPS/DFT/US/B22). Adapun Learning Center (LC) yang beroperasi di berbagai negara berada di bawah peraturan dan perundangan di negara masing-masing
Adapun sebab dinamakannya learning center di Indonesia dengan Pesantren Virtual Al-madinah Internasional adalah karena belum adanya regulasi yang mengakui sistem pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan oleh pihak selain pemerintah semacam ini, sehingga tidak diperkenankan menyandang nama universitas ataupun sekolah tinggi. Setahu saya Mediu hanya ada di dua tempat di Indonesia (Jogjakarta dan Makassar).
jadi, universitas ini menerapkan sistem elearning dalam metode pembelajarannya.
Segala daya dan upaya untuk melakukan dakwah terus dilakukan, hingga kini. Setelah beratus tahun berselang sejak dakwah lisan dikumandangkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada masa kini dakwah telah menggunakan medium bit, binary dan digital. Dakwah dalam bentuk tulisan di buku mendapatkan komplementernya berupa text dan hypertext di Internet. Meskipun jumlahnya masih sangat sedikit, kalangan umat Islam di Indonesia yang menggunakan Internet sebagai media dakwah jumlahnya kian hari kian bertambah.
Internet memang merupakan media yang efektif bagi dakwah dan penyebaran informasi. Namun, meskipun demikian Internet tidak akan bisa menggantian peran ulama, kiai dan ustadz. Internet hanyalah salah satu diantara sarana teknologi yang merupakan karunia Allah-tentunya-. Dalam tataran kehidupan sehari-hari, segala konsep yang dipaparkan dalam kitab-kitab Ulama menuntut pengamalan yang menjadi konsekwensi dari keberilmuwan seseorang. Sebab semuanya nanti akan di mintai pertanggungjawabannya, apalagi ilmu! Maka sampaikanlah walaupun satu ayat! Dan pertanggung jawabkanlah apa yang Anda sampaikan!